Betapa Dahsyat Bila Kutub Es Mencair
Dampak efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global bukan permainan kata untuk menakut-nakuti manusia. Selain akan terjadi hujan asam, di hampir sebagian besar belahan dunia, dampak paling buruk peristiwa memantulnya sinar matahari sebelum sampai ke bumi, yaitu mencairnya dataran es di dua kutub. Akibatnya jangan tanya. Gelombang pasang air laut akan segera menyapu separuh daratan se jagad raya.

Peneliti di Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat, NASA dan National Snow and Ice Data Center di Colorado, menipisnya lapisan es di Kutub Utara, melansir temuan yang membuat kita was-was. Lapisan es di Kukub Utara yang tadinya setebal 680.400 kilometer persegi menyusut drastis 43 persen dibanding tahun lalu.

Kondisi semacam itu, papar Meier dalam makalahnya, menyebabkan air laut meninggi dan akan menyapu hampir sebagian luas daratan pantai di belahan bumi. Bisa dibayangkan bila ketebalan es tiga meter atau lebih yang berada di Kutub Utara tiba-tiba mencair bersamaan akibat pemanasan global, berapa meter persegi luas daratan terendam. ”Kita tidak siap menghadapi hal-hal terburuk ketika bencana itu datang pada musim panas tahun depan. Kita benar-benar dalam situasi yang sangat genting saat ini,” ujarnya.

Mereka dituduh menjadi salah satu pelaku perusakan ekosistem global yang mengakibatkan temperatur planet bumi semakin bertambah panas setiap tahun. Mestinya, papar peneliti dan sekaligus Manager Program Wilayah Kutub NASA Tom Wagner, mereka menyadari fungsi bongkahan es di dua Kutub Utara-Selatan sebagai pemantul sinar matahari dari Bumi.

”Mestinya mereka menyadari kalau bongkahan daratan es, yang menyerupai lautan, sebenarnya berfungsi sebagai pemantul alami sinar matahari dari Bumi. Kalau esnya mencair, sinar matahari tidak akan terpantulkan kembali ke udara. Dengan demikian panas matahari akan langsung terserap oleh lautan dan menambah panas temperatur planet,” tandas Tom.

Kecepatan melelehnya bongkahan es di Kutub Utara juga dialami di belahan Kutub Selatan. Bahkan tidak sampai puluhan tahun, bongkahan ”cadas es” yang kokoh di kutub ini telah lenyap disapu panas. Cadas es yang dulunya merupakan tonggak keperkasaan Kutub Selatan di ujung bumi wilayah Selatan tampaknya tidak tahan terhadap gempuran sinar matahari. Tidak hanya itu, gletser di daerah tebing pegunungan es Kutub Selatan pun juga ikut-ikutan mencair terimbas pemanasan global. Kondisi semacam, ujar peneliti kawasan kutub dari Inggris, tentu sangat memprihatinkan.

Laporan lain yang menguatkan efek mencairnya lapisan es di dua kutub Utara-Selatan dalam waktu dekat datang dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang dilansir di jurnal Geophysical Letters. Para ahli yang tergabung dalam NOAA memperkirakan es di Kutub Utara diperkirakan akan mencair seluruhnya dalam waktu tidak terlalu lama lagi.

”Kalau tidak ada upaya pencegahan pemanasan global, es di Kutub Utara dapat dipastikan akan meleleh lebih cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya. Tidak akan lama lagi akan terjadi,” ujar peneliti kepala Ekspedisi Kutub Utara Jane Ferrigno.

selain itu juga bisa terjadi badai Tsunami akan kalah dahsyat dengan efek yang ditumbulkan mencairnya lapisan es di dua kutub. Selain banjir, kemarau menyengat dan gelombang arus panas disertai badai akan menyapu dataran rendah di beberapa belahan dunia. Sementara itu gletser dan lapisan es mencair, keadaan itu dapat menaikkan seluruh permukaan air samudra dan merendam daerah dataran rendah,” tandasnya. Nah bagi berhati-hatilah. (Dari Berbagai Sumber/Si Oen/Jes)

About these ads